Cara Menanam Dan Budidaya Jambu Biji
Cara Menanam Dan Budidaya Jambu Biji
Pembibitan
Pada pembudidayaannya tanaman jambu biji
biasa dikembangkan dengan cara dicngkok dan diokulasi. Sebaiknya pilih bibit
yang unggul seperti jambu bangkok atau jambu merah. Ciri-ciri tanaman induk
yang bisa dijadikan bibit adalah yang buah cukup tua, buahnya tidak jatuh dan
pecah, dan pilih yang beraneka jenis untuk mencegah persarian silang.
Pertama-tama buah dikupas lalu diambil bijinya. Simpan selama 1-2 hari lalu di
angin-anginkan selama sehari semalam. Setelah itu rendam dalam larutan air dan
larutan asam dengan perbandingan 1:2. Larutan asam dibuat dari asam chlorida
(HCl) 25% dan Asam Sulfat. Rendam selama 15 menit, kemudian cuci dengan air
tawar sebanyak 3 kali dalam air mengalir selama 10 menit. Angin-anginkan selama
sehari semalam. Kemudian biji bisa disemaikan di media semai sampai tumbuh
dengan tinggi 5-6 m. Setelah itu lakukan pengokulasian/pencangkokan pada batang
yang berdiameter 1 cm dan tumbuh lurus. Setelah tumbuh baik, potong cangkokan
dan tanam di lahan tanam.
Pengolahan
Media Tanam
Lakukan penggemburan tanah dengan cara dibajak
atau dicangkul dengan kedalaman sekitar 30 cm. Taburkan pupuk kandang dengan
dosis 40 kg per meter persegi, campur secara merata. Selanjutnya buatlah
bedengan dengan lebar 1 m dan panjang bisa disesuaikan ukuran lahan.
Selanjutnya buatlah lubang tanam dengan ukuran 1 x 1 m. Jika tanah ber-pH asam
maka taburkan sebanyak 0,5 liter dolomit/lubang tanam, diamkan selama 1 bulan
lalu diberi pupuk kandang untuk memberi nutrisi tanah. Jika ingin hasil yang
lebih maksimal tambahkan NPK dengan dosis 12:24:81 ons/pohon pada bulan pertama
dankedua, sedangkan pada bulan ketiga dan ke empat diberi NPK dengan dosis
15:15:15 ons/pohon sampai tanaman berbuah.
Penanaman
Tanam benih yang sudah siap ditanam dengan
jarak 70cm-1m. Masukkan dalam lubang yang sudah disiapkan dengan terlebih
dahulu dicampur 20 liter pupuk kandang/komos. Penanaman untuk bibit dari biji
sedalam 30 cm, sedangkan dari cangkokan atau okulasi sedalam 40 cm. Lakukan
penyiraman secara rutin setiap 2 kali sehari saat pagi dan sore hari.
Pemeliharaan
Tanaman
Lakukan penyaiangan dan pembatasan
percabangan buah maksimal 3 buah/batang, setelah panjang batang 30-50 cm
dilakukan pemangkasan. Pada saat tanaman berumur 0-1 tahun, berikan setiap
pohon 40 kg pupuk kandang, 50 kg TSP, 100 gr Urea, dan 20 gr ZA y6ang diberikan
pada lubang sedalam 30 cm dan lebar 40-50 cm disekitar tanaman. Setelah umur
1-3 tahun (berbuah 2 kali), lakukan pemupukan dengan NPK 250 gr/pohon dan TSP
250 gr/pohon dilakukan 3 bulan sekali dengan takaran yang sama. Apabila tanaman
sudah berumur 3 tahun keatas, maka lakukan pemangkasan batang dan pemberian
pupuk sebanyak 2 kaleng cat minyak/pohon, diberikan pada lubang sedalam 30 cm
dan lebar 40-50 cm disekitar tanaman. Lakukan penyiraman selama 2 minggu
pertama sebanyak 2 kali sehari saat pagi dan sore hari. Selanjutnya untuk
minggu-minggu berikutnya bisa dikurangi menjadi sekali sehari. Jika jambu biji
telah tumbuh baik, penyiraman bisa dilakukan saat diperlukan saja. Baut saluran
drainase yang baik agar pengairan tidak tergenang.
Pemanenan
Setelah masuk umur 2-3 tahun maka jambu biji
akan mulai berbuah. Jika pembibitan dari cangkokan atau okulasi maka pada umur
6 bulan jambu biji sudah bisa berbuah. Namun buah akan siap di panen setelah
2-3 bulan setelah berbuah. Ciri-ciri buah siap panen adalah keluar aroma sedap,
kulitnya yang hijau tua menjadi pudar keputihan untuk jenis bangkok atau
menjadi kuning jika jenisnya jambu biji merah.Biasanya dalam setahun bisa
dilakukan pemanenan dua kali dengan peanaman dan perawatan yang baik.
Cara Menanam Dan Budidaya Jambu Biji
Reviewed by Unknown
on
01:35
Rating:




No comments: